Telaga Sarangan: Sejarah dan Lokasinya

Telaga Sarangan: Sejarah dan Lokasinya

5 (100%) 14 votes

Selain Candi Cetho dan Air Terjun Grojokan Sewu, lereng Gunung Lawu juga memuliki telaga yang memesona. Telaga yang memiliki cerita unik di dalamnya. Telaga Sarangan, begitulah sebutan untuk wisata yang satu ini. Telaga Sarangan juga menjadi wisata primadona di Kecamatan Plaosan, Magetan. Telaga Sarangan juga dijuluki sebagai Lake to Remember.

Sejarah Telaga Sarangan

Konon, pada zaman dahulu di lereng Gunung Lawu bagian timur tinggal Kyai Pasir dan istrinya, Nyai Pasir. Pada suatu ketika, sepulang dari berladang, Kyai Pasir menemukan sebuah telur seukuran buah kelapa bersandar di salah satu pohon yang besar dan tinggi. Kyai Pasir bingung, sebab selama hidup di lereng Lawu, tidak pernah sekalipun dia melihat burung atau semacam unggas. Akhirnya, Kyai Pasir memutuskan membawa telur tersebut pulang ke rumahnya.

Keesokkan paginya, Nyai Pasir dan Kyai pasir sepakat merebus telur tersebut dan memakannya sebagai lauk. Mereka membagi dua telur rebus tersebut dan memakannya dengan lahap. Seusai makan seperti biasa, Kyai Pasar pergi ke ladang. Sampainya di tengah jalan, sekujur tubuh Kyai pasir terasa panas, serta sakit yang tiada tara.

Matanya berkunang-kunang dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Pelan-pelan Kyai Pasir merebahkan tubuhnya ke tanah dan berguling-guling sambil berteriak menahan rasa sakit pada tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, kulit tubuhnya berubah menjadi sisik, Kyai Pasir berubah menjadi seekor Naga yang besar dan bersungut menakutkan. Namun naga tersebut terus berguling karena rasa sakit pada tubuhnya belum hilang.

Sementara di rumah, Nyai Pasir juga merasakan hal yang sama, Nyai Pasir langsung berlari ke ladang untuk meminta pertolongan kepada suaminya. Namun, sesampinnya di ladang Nyai Pasir dikagetkan oleh seorang Naga yang besar.

Saat akan berlari karena ketakutan, Nyai Pasir tersungkur ke tanah dan tubuhnya berubah menjadi naga yang besar pula. Kedua naga tersebut masih berguling ke segala arah hingga membentuk sebuah cekungan pada tanah yang cukup dalam.

Tanpa mereka sadari dari  cekungan itu mengeluarkan air yang cukup deras dan memancar ke segala arah dan menenggelamkan kedua naga tersebut dan membentuk sebuah telaga. Sejak saat itu telaga tersebut Telaga Pasir atau yang searang kita kenal dengan Telaga Sarangan.

Jalan Menuju Lokasi Telaga Sarangan

Telaga Sarangan terletak di lereng Gunung Lawu, Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, 16 km dari Kabupaten Magetan. Telaga ini sekarang memiliki kedalaman sekitaran 28 meter dan luas telaga sekitar 30 hektar, membentuk lingkaran.

Di sekitar telaga juga terdapat penginapan dengan banyak pilihan harga. Selain itu di dekat pintu masuk telaga juga terdapat pasar tradisional, Pasar Plaosan. Selain itu di sekitar telaga juga terdapat hutan pinus yang cukup tinggi yang  membuat area ini cukup dingin di siang hari dan sangat dingin di malam harinya.

Selain menikmati keindahan alam sekitar Telaga Sarangan, pengunjung juga bisa mengelilingi telaga dengan menggunakan perahu air, speed boat, dan becak air. Selain itu pengunjung juga bisa mengelilingi telaga dengan menunggangi kuda.

Telaga Sarangan juga terkenal dengan sate kelincinya, rasanya kurang lengkap jika berkunjung ke telaga sarangan tanpa mencicipi makanan yang satu ini. Hampir di setiap warung atau tempat makan di area telaga menjual sate kelinci ini. Rasa sate kelinci yang gurih membuat liburan ke Telaga Sarangan semakin lengkap dan tidak terlupakan.

Leave a Comment